
Menulis butuh perjuangan? Mungkin sebagian orang tidak, atau, banyak orang yang bilang tidak.. Mungkin, bagi marshmallow, suhadi, catra, 1nd1r4, nita, atau langit jiwa, hanya dengan meletakan tangan di atas keyboard, maka dalam hitungan menit akan mucul di layar monitor, berturut-turut huruf-huruf yang sambung-menyambung membentuk kalimat-kalimat cerdas, menyihir, membuat orang terkesima, hingga membuat orang enggan melepaskan pandangan dari layar di depan mata. Atau mungkin bagi teman-teman saya, brandal surga, antown, krucial, ivana, manggIs, easy, rancu, trendy, hanny, setuhan-sentuhan kecil diatas keyboard, dengan secangkir kopi mengantar postingan demi postingan mengalir tiada henti..
Ataupun bagi teman-teman yang lain, candle, anang, caroline, baderiani, sawali, terlebih untuk pak ewa, yang produktifitasnya membuat saya berdecak.
(bagaimana mereka melakukannya?)
Dan buat temen-temen yang lain lagi? Apa yang mesti harus saya katakan?
blewwwww..
Sedang bagi saya?
Menulis adalah berjuang. Menulis adalah perjuangan. Rasanya butuh berhari-hari untuk menyelesaikannya sebuah posting. Dan tak cukup imaginasi untuk melanggengkan posting demi posting. Hanya beberapa draft, teronggok di sebelah kanan, berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, tanpa pernah terpublish.
Inspirasi yang tak mesti mengalir. Kalaupun muncul tak mudah menyeimbangankan otak dengan tangan.
well guys, jujur .. saya kagum dengan kalian..
iri, kagum.. sungguh saya sangat kagum dengan kalian..
*gambar diambi dari sini
11 Comments
12 May, 2009 at 7:47 am
Waduh, ada nama saya di atas. Jadi malu nih.
kemana aja menghilang pak? ternyata ada yang beli domain baru nih.
12 May, 2009 at 12:50 pm
halah!!!!!
Lihatlah blog saya, sudah lama saya gak nulis. Gak bener kalau saya tak perlu perjuangan untuk menulis.
Glad to see you back, pal!
12 May, 2009 at 8:57 pm
ya ampun, oki. tentu saja bagiku menulis masihlah perjuangan. seringkali setelah menulis beberapa paragraf, hasilnya hanya nangkring di folder blog tanpa disentuh lagi. tak selesai.
mungkin saat itu kita hanya butuh penyegaran, ki.
tapi kalau tulisanmu tidak menyihirku, itu adalah bohong.
good to have you back, taliguci…
15 May, 2009 at 6:47 am
waduh nama indira ada juga, jadi malu neh. Sekarang saya juga sudah ga saban hari update dan blogwalking mas, karena kesibukan kuliah. Cuma blogging itu tempting banget..irresistible
.. Tulisan mas selalu membuat saya ingin kembali mampir kok, makanya tetep rajin cek blog yg lama. Senang akhirnya udah balik lagi ke dunia per-blogging-an. Ditunggu tulisannya
15 May, 2009 at 4:46 pm
wah ada namaku ^^
Dilanjut mas nulisnya, di dukung kamera baru koyoke malah tok cerrrr ^^
3 June, 2009 at 5:25 pm
oky, ayo menulis lagi…
(kok jadi mirip: ayo, di, kita main layangan lagi!)
apa kabar, sobat taliguci?
kangen tulisan-tulisanmu yang bernas dan penuh kontemplasi itu.
7 July, 2009 at 11:54 pm
gak nyangka….kamu pujangga juga Ki….seneng ne baca tulisan kamu ….great job….ketika kamu bilang menulis adalah sesuatu yang sulit…eh justru dari situ tercipta tulisan yang menggigit….carry on bro….
2 September, 2009 at 5:03 pm
saya setuju dengan pendapat mas bahwa menulis itu adalah perjuangan karna menguras otak dan tenaga
12 May, 2009 at 4:06 pm
iya cat, setelah sekian lama menghilang, apa hasilnya? 1 postingan, hehe..
domain baru? latah kali ya,
12 May, 2009 at 4:10 pm
tapi tetep aja pak, lebih lama saya nggak nulisnya
13 May, 2009 at 5:45 am
penyegaran mbak? moga-moga aja.. kalau hampir tiga bulan, apa yo tetep disebut penyegaran, hehe…
jadi, kita lihat aja apa yang terjadi setelah ini
(baru nyadar, avatarnya kok pada nggak keluar ya?)