Sebulan ini, bahkan dalam waktu tiga minggu ini, saya harus mengunjungi dokter di rumah sakit dua kali. Minggu pertama ketika infeksi saluran pencernaan, dan minggu ini infeksi saluran pernafasaan. Satu mungkin belum cukup , hingga, hingga harus dua kali, bersentuhan dengan infeksi-infeksian, beberapa obat yang ditebus di apotek, dan tentu saja beristirahat.
Hingga minggu ini, lima-enam hari kemarin, mual-mual, nyeri, ngilu-ngilu di tulang-tulang, hingga menggigil kedinginan padahal suhu tubuh hampir tiga puluh sembilan derajat celsius.
Tak ada sesuatu yang disalahkan. Namun ada yang yang dipaksakan. Yup. Saya memaksa untuk tidak merokok. Sakit berturut-turut memaksa kesadaran saya untuk segera menghentikan kebiasaan yang sudah lama saya tekuni. Sudah berkali-kali terbersit keinginan untuk berhenti. Wacana, ide untuk berhenti, tak pernah padam, namun tidak bisa membuat saya menghentikan kebiasaan saya itu. Saya perlu momentum, penggerak, aktivator, katalisator, atau apapun namanya, dan rasanya inilah dia.
Biasanya terselip di tangan sebatang putih, berfilter, dengan strip merah. Terselip di antara bibir, di sela aktifitas, jeda, atau istirahat, di segala ruang dan waktu. Menemani sepanjang hari, menemani berpuluh-puluh waktu. Namun sudah hampir lima atau enam hari saya tak menyentuhnya.
Setelah berpuluh-tahun, saya mencabut budaya, mencabut kebiasaan yang selama ini menemani saya. Saya tidak tahu apapun yang akan terjadi.
Sejak enam hari yang lalu, saya tantang diri saya untuk menghabiskan sisa waktu yang Allah masih berikan kepada saya dengan tidak merokok.
28 Comments
1 September, 2008 at 12:44 am
doaku lekas cepat sembuh,mas.
1 September, 2008 at 2:53 am
mas, rokok itu gak baik lho buat kesehatan, udah di buat gede2 di iklan2, lekas sembuh yak….
1 September, 2008 at 8:06 am
good for you! perlahan tapi pasti lepas dari rokok dan cepat sembuh ya
1 September, 2008 at 12:53 pm
@langitjiwa: trims loh kang..
@catra: emang cat, walaupun udah ada tulisan, dibuat besar-besar, ada kampanye, tapi kemaren belum mempan
*dasar, bandel*
@nita: thanx.. sudah lebih baik nit, dan sudah seminggu berhenti
*sambil cari forum/komunitas orang-orang berhenti merokok
*
1 September, 2008 at 9:26 pm
jangan langsung instan bung!
semuanya butuh proses!
kurangi aja dulu rokoknya sehari!
wkeekkeke!
2 September, 2008 at 12:33 am
sukurlah klo ud brenti ngerokok. yang penting diniatin, mas. ga ada guna juga kok ngerokok malah banyak ruginya. semoga bulan puasa juga bisa membantu proses brenti ngerokoknya.
semoga cepet sembuh yah, mas!
2 September, 2008 at 10:10 am
Semoga cepat sembuh mas, papa saya juga dulu berhenti merokok setelah batuk2 yang tak kunjung sembuh….saya doakan niat berhenti merokoknya bertahan sampai akhirnya berhenti sama sekali…amien…
2 September, 2008 at 11:49 am
waduh mas, moga cepet sembuh de…
ilangin deh kebiasaan merokoknya, ada ide neh gmn klo mas nya ikut komunitas buat pecandu rokok, biar bisa sharing soal bagaimana stop merokok…
hmmmm…
2 September, 2008 at 10:56 pm
wah, ky.
saya pernah komen deh untuk kebiasaan merokok ini. gak salah rasanya saya ulang di sini.
ajal itu udah diatur, kapan dan bagaimananya.
jadi saya gak percaya kalau rokok itu bisa mempengaruhi panjang-pendeknya usia.
namun satu yang rasanya pasti, bahwa rokok itu mempengaruhi kualitas hidup.
jadi buat apa hidup kalau gak berkualitas?
hmm… saya doakan taliguci cepat sembuh dan berhasil quit smoking.
be optimistic! if you think you can, you can!
3 September, 2008 at 12:10 pm
@trendy, caroline, 1nd1r4, krucial:
alhamdullilah, badan sudah enakan..
alhamdulillah, sudah seminggu berhenti..
@marshmallow: saya belum cukup ilmu soal takdir, tawakal, usaha, menurut saya it’s so complicated. maka, saya akan menyimpannya di suatu tempat. biar itu jadi daftar yang mesti saya perdalam.
mari kita jalani lagi hidup ini dengan berseri
3 September, 2008 at 2:00 pm
lekas sembuh, yaaaa…. semoga bisa terus bertahan untuk tidak merokok
4 September, 2008 at 12:37 am
MasyaAllah Bro, separah itukah? Teriring doa semoga dirimu cepat sembuh. Bulan puasa pasti bisa jadi momen yang tepat untuk berhenti merokok. Jangan begadang kalau gak ada perlunya (*loh! Kok jadi kayak lagu rhoma). He.he..maksudnya kalau begadang itu kan biasanya temannya rokok.
4 September, 2008 at 12:42 am
O ya, satu hal lagi. Biar berhentinya total, saya kasih jurus. 3 langkah saja: pertama, jangan beli rokok mending beli makanan ringan saja. Kedua, jangan minta rokok sama orang lain. Dan ketiga, kalau ditawari, katakan dengan lantang: saya sudah berhenti. I quit.
4 September, 2008 at 4:57 am
hayo…yang semangat….saya dukung 100% loh…
4 September, 2008 at 1:36 pm
cepat sembuh da!!!
4 September, 2008 at 4:24 pm
Berhenti untuk sesuatu yang lebih baik, pasti banyak pendukungnya
. Anyway … dah sembuh belum?
5 September, 2008 at 12:32 pm
Lanjutkan perjuanganmu,kamu pasti bisaaaa…
(Ehhh iklan banget yah)
6 September, 2008 at 11:27 am
mas, di blogku terdeteksi blog mas abis update posting yang judulnya Trendy: Bermain Petasan/ Percon. tapi kok disini ga ada yah? dari semalem coba buka tapi selalu nyasar di postingan yang ini?!
kenapa yah?
btw, selamat yah ud seminggu quit smoking. semoga terus berlanjut dan bener2 brenti ga ngrokok lagi!
6 September, 2008 at 4:15 pm
he..he…4-5 tahun ini aku udah berhenti merokok, tapi kalo pas lagi stress pasti ngrokok lagi, paling cuman 2 minggu ampe 1 bulan, udah itu berhenti lagi trus larinya ke makan, sekarang jadi gemuk…..
7 September, 2008 at 2:27 pm
gimana sekarang quit program-nya, ky?
eh, puasa gini paling mantep loh buat mendukung program itu.
sehat terus ya?
7 September, 2008 at 11:37 pm
Waaah kudu berenti tuuuh…coba masuk ke situs Stopmerokok.com, mas…siapa tau ada yg menarik disitu…!~
Klo puasa gini masih ngerokok juga…momennya kan pas niiih…!
8 September, 2008 at 5:53 pm
semangat terus ya…..pertamanya memang ga enak menghentikan sesuatu yang udah menjadi kebiasaan, tapi lama2 pasti bisa……maju terus pantang mundur
10 September, 2008 at 8:23 pm
Are u ok, bro? Saya kirim doa, smoga kamu gak sakit lagi. Amin.
11 September, 2008 at 10:14 am
aku ikut berdoa, supaya program putus rokoknya sukses….
13 September, 2008 at 11:01 pm
akhirnya berhenti ..
18 September, 2008 at 12:25 pm
mas taligucci dmn skrng?
gpp kan?
udah sembuh dari kebiasaan merokoknya?
20 September, 2008 at 6:36 pm
BROOO!!Kok ngga diupdate terus ni?ayo,semangat blogging (halaah!!hehehe).O iya, biar tambah semangat, ada award buat kamu di blog saya.diambil yah…
24 September, 2008 at 10:50 am
Aku masih belum lagi tau bagaimana caranya berhenti. Masih sangat menikmati. Terkadang kerap iri pada orang yang bisa berhenti. Semoga. Terima kasih. Tulisan ini menginspirasi.