Liga Indonesia super identik dengan kekerasan, tawuran, atau anarkis? Identik dengan rusuh? Mungkin iya untuk banyak orang, karena sudah banyak kejadian yang mengatas namakan olahraga, terutama sepak bola yang bisa menjadi bukti. Kediri yang menjadi korban ketika Arema melawan persiwa. Lalu korban jatuh saat persija melawan persipura. Rusuh ketika persib melawan persija. Dan sederet lagi potret kelam wajah sepakbola kita. Bikin kita meringis, kemudian mengerucut. Bahwa liga indonesia identik dengan kerusuhan, membuat siapa saja was-was.
Jadi, siapa yang salah? Siapa yang benar??
Analisis demi analisis, ulasan demi ulasan, saran demi saran, atau komitmen untuk membawa indonesia bisa berbicara di event yang lebih tinggi rasanya mentah ketika setiap orang sibuk membela diri tanpa mau berbenah.
Memang semua punya alasan untuk membela diri. Ya suporter, ya pemain, ya official, wasit, panitia pelaksana, sponsor, pengurus pssi, semua yang terkait pasti punya segudang alasan, untuk membela diri. Tetapi ketika saling tuding, saling mencari kambing hitam tanpa mau disalahkan. Bagaimana mau berbenah?
Kompleks? Seperti masuk dalam lingkaran setan? Mungkin saja. Terlalu rumit untuk diurai, meski semua duduk dalam satu meja. Dan ketika masing-masing sibuk membela kepentingannya, membela kelompoknya, atau membela diri, bahwa dia benar dan yang lain salah, sepertinya penyelesaian hanyalah impian.
Di forum supporter ps. bontang pkt, pernah dilempar pertanyaan: hasil akhir, atau permainan cantik?
Ya sudahlah.. Carut-marut sepakbola nasional, memang seperti itu, mau diapakan lagi? Mungkin lebih baik kita memulainya dari diri sendiri, tanpa melihat yang lain mau memulainya atau tidak
Semoga stadion mulawarman tidak ikut-ikutan rusuh, hingga saya bisa lagi dengan terpaksa mengajak keluarga saya menonton bola, seperti senin kemarin, ketika kesebelasan favorit saya melawan psms medan.



Rasanya, sampai saat ini, stadion ini masih cukup nyaman buat saya, semoga juga buat masyarakat bontang.

23 Comments
19 August, 2008 at 8:07 pm
kalo sekarang bakal mikir 7 kali dulu buat rusuh!
karna denda dan hukuman dari BLI berat dan tegas!
wekekeekekek!
bravo Sriwijaya FC!
19 August, 2008 at 8:55 pm
wah, klo ga rusuh bukan orang indo tuh. *skeptis*
hehehe…
saya mendukung yang menang aja deh. *piss*
btw, anaknya cute!
20 August, 2008 at 12:33 am
dimana2 kalo bola identik dg rusuh…di eropa ada hooligan yg suka ngamuk2 apalagi kalo team dukungannya kalah. hockey juga gitu, saya pernah terjebak di antara supporter hockey yg ngamuk dan mecah2in kaca toko…hiiii serem. supporter cabang olah raga tertentu emang lebih beringas dr yg lain. kalo tennis, pingpong, badminton, volley supporternya lebih kalem…apalagi golf…he3x
20 August, 2008 at 12:51 am
@trendy: iya, mestinya hukuman bli bisa bikin kapok, jadi ada efek jeranya.. atau perlu diusulkan hukum pancung, kekekeke..
@caroline: nggak menang nggak papa, asal fair play.. menang tapi pakai cara curang, rasanya nggak nikmat
@nita: untuk sepakbola, nggak semua holigan, tapi supporter yang radikal atau garis keras pasti ada.. kalau supporter yang lebih kalem, suporter catur kali ya
20 August, 2008 at 1:12 am
Saya rasa bukan olahraganya yang salah. Tapi kedewasaan pendukung dalam menerima kekalahan dari team favorite mereka yang perlu dipertanyakan.
20 August, 2008 at 8:16 am
@nita:
yang paling kalem tentunya suporter olah raga catur.
perilaku itu kan memang perubahan yang makan usaha paling lama dan berat.
jadi mulailah dari diri sendiri.
start from a very simple daily gesture.
(makanya taliguci jangan pipis sambil lari lagi ya?)
kekekekek…
20 August, 2008 at 10:09 am
ya… berbenah harus dimulai dari hal-hal kecil yang biasanya dianggap sepele, dan dari diri sendiri tentunya
viva sepakbola Indonesia!
20 August, 2008 at 10:41 am
Sepak bola = supporter = rusuh??? jangan diteruskan dan dijadikan bundaya…olah raga kan menjunjung fair play, soal kalah menang adalah proses yang setiap team pernah menghadapinya. Apa kalau team yang didukung kalah trus kita ngamuk bakal berubah jadi menang…enggak toh? seperti kata uni marshmallow —> mulai dari diri sendiri
20 August, 2008 at 12:47 pm
ayo selamatkan indonesia dr kerusuhan
20 August, 2008 at 1:25 pm
namnay juga bola indonesia….
GA CUCENg kata orang batak
20 August, 2008 at 5:18 pm
@Xnu_G: setuju, semua harus berbenah, bukan cuma sisi supporter saja, tapi semua elemen yang terlibat
@marshmallow: pipis sambil lari? wah sekali dayung dua pulau terlampaui. apalagi pipis sambil lari sambil nulis komen, betapa sinergisnya, hehehe..
@sigid: besar dari kecil kan gid, hal-hal kecil dan sepele, kalau diseriusin, pasti dampaknya luar biasa
@1nd1r4: betul ind, fanatisme buta yang berlebihan, mungkin salah satu faktor juga
@afwan auliyar: saya dukung mas..
@okta sihotang: tetap semangat..!!
20 August, 2008 at 6:25 pm
Sudah jadi trademark kali ya, seperti hooligan dulu itu.
20 August, 2008 at 7:09 pm
wah berarti persebakbolaan indonesia sebuah lingkaran setan yach…( perlu dipanggil tuh para pawang setan buat mengademkan persebakbolaan indonesia) main bola ndak pernah mengharumkan negara..
20 August, 2008 at 10:36 pm
Sepak bola itu memang olah raga keras. Penonton/supporter, bahkan beberapa pemain juga, biasanya ndak bisa terima fakta ini. Kayak para pemain yg biasa main di Italia atau Belanda, terus ikutan turnamen di Perancis. Pasti jadi stress. Habis, sebentar2 disemprit wasit sih. Tapi memang Indonesia lain koq.
21 August, 2008 at 11:56 am
Gimana mau berprestasi kalo rusuh terus gini
21 August, 2008 at 1:07 pm
kan udah jadi budaya kita mas, klo ga setuju ma sesuatu musti dengan cara anarkis kan…
beda pendapat anarkis ( wakil rakyat/DPR ), beda persepsi soal agama anarkis juga ( FPI ) dan banyak lagi lah….
dan anehnya pemerintah pura2 aj gt kagak tau… soalnya takut PEMILU tahun berikutnya ga bakal dipilih…
wkwkwkw…
22 August, 2008 at 12:23 am
Rusuh? NO WAY! Prestasi? WOKEEEY! Itu pesan bang haji oma irama.
22 August, 2008 at 4:42 pm
harusnya kita bersyukur nonton bola dapat bonus pertandingan tinju or karate or taekwondo or lempar lembing or lempar cakram or lempar botol he…he…he…
22 August, 2008 at 9:57 pm
Mending nonton catur deh, gak pake rusuh.
23 August, 2008 at 12:41 pm
ah….dari dulu ga pernah kelihatan klo indonesia tu tim yg profesional, kecewa saya
23 August, 2008 at 5:08 pm
@kriting:
*geleng-geleng kepala baca komennya*
banyak amat bonusnya?
banyak mana sama bonus THR?
4 September, 2008 at 5:16 pm
salam kenal
21 September, 2008 at 1:57 am
mau Piliha Anggota Dewan Kayak Ghini Gak..
http://calegindonesia.com/script/news/IncNewsDetail.asp?no=255&NewsID=255