Sebulan ini, bahkan dalam waktu tiga minggu ini, saya harus mengunjungi dokter di rumah sakit dua kali. Minggu pertama ketika infeksi saluran pencernaan, dan minggu ini infeksi saluran pernafasaan. Satu mungkin belum cukup , hingga, hingga harus dua kali, bersentuhan dengan infeksi-infeksian, beberapa obat yang ditebus di apotek, dan tentu saja beristirahat.
Hingga minggu [...]
Entries from August 2008
31 August, 2008
i quit..
24 August, 2008
diam
Belum tujuh hari bendera berwarna putih terpasang di ujung jalan. Bendera putih kecil, diikat pada sebatang kayu kering, sebuah ranting pohon mangga, kemudian dilekatkan pada sebuah tiang nama jalan. Bendera putih, bendera kematian, berkibar, melambai-lambaikan duka dan kesedihan.
Belum tujuh hari seorang teman, yang juga tetangga, seorang teman kerja, sekaligus kawan kehilangan anak pertamanya, anak perempuan [...]
19 August, 2008
sepakbola indonesia rusuh..?!?
Liga Indonesia super identik dengan kekerasan, tawuran, atau anarkis? Identik dengan rusuh? Mungkin iya untuk banyak orang, karena sudah banyak kejadian yang mengatas namakan olahraga, terutama sepak bola yang bisa menjadi bukti. Kediri yang menjadi korban ketika Arema melawan persiwa. Lalu korban jatuh saat persija melawan persipura. Rusuh ketika persib melawan persija. Dan sederet lagi [...]
12 August, 2008
harajuku
Saya sedang bersama Roy malam tadi. Kami memisahkan diri agak jauh dari kerumunan, membiarkan asap tembakau kami terbang tinggi, berharap tidak melukai siapapun. Setidaknya ada sekitar empat atau lima kelompok yang terlihat. Riuh sekali, dan entah apa yang mereka bicarakan. Kelompok-kelompok itu sama seperti saya, sama juga seperti Roy. Menunggu dosen pengajar. Ibu dosen. Rasanya [...]
8 August, 2008
lupa
Saya mudah sekali terbius. Terbius oleh apa saja. Terbius oleh keadaan, terbius oleh pemandangan, situasi, emosi, kesenangan, waktu, terbius oleh apa saja.
Saya mudah sekali terpesona. Terpesona oleh kebersamaan, terpesona oleh keindahan, keberagaman, atau sesuatu yang yang baru. Sesuatu yang menantang otak saya untuk lebih sedikit mengerti, untuk lebih sedikit mengetahui.