Okonkwo, lelaki yang membawa saya menjelajahi Afrika bunuh diri. Sejujurnya, saya tidak begitu mengenal laki-laki ini. Yang saya tahu, ia tinggal di Umofia, sebuah daerah di pedalaman Nigeria. Okonkwo, lelaki beristri tiga -Nwoye, Ojiugo, Ekwefi- dengan sebelas anak, mengenalkan saya pada harmattan, angin dingin dan kering serta berdebu dari Sahara yang berembus menuju pantai utara Afrika, mengenalkan saya pada ekwe, udu maupun ogene, alat-alat musik yang biasa dimainkan orang-orang di Umofia, mengenalkan saya pada obi maupun ilo, rumah tinggal ataupun padang yang luas sebagai tempat diadakan pertemuan-pertemuan mereka, mengenalkan saya pada setiap jengkal tanah dan budaya kaum Ibo.
Bagaimana Okonkwo, saya tidak tahu secara pasti. Ia lelaki yang keras, bahkan kasar. Ia suka membentak istri-istrinya maupun anak-anaknya, mungkin karena ia ingin anaknya tidak menjadi anak yang malas. Ia tidak ingin sifat-sifat ayahnya turun ke anak-anaknya: penakut, pemalas dan gemar berhutang. Mungkin ia ingin anak-anaknya bekerja keras dan bisa hidup di tanah yang gersang. Laki-laki ini adalah lelaki yang mempertahankan budaya leluhurnya, walau ia harus membunuh Ikemefuna, anak yang diasuhnya.
Ketika Okonkwo melakukan kesalahan dan dia harus diasingkan selama tujuh tahun dari sukunya, sesuatu terjadi di Umofia. Penjajahan terselubung. Penjajahan yang mencerabuti budaya leluhurnya. Saya tidak tahu alasan ia untuk bertindak. Apakah untuk mempertahankan budayanya? Atau demi ambisi pribadi? Ambisi untuk mengembalikan harga diri dan gelar yang hilang karena kesalahan-kesalahannya?
Dan ketika permasalahan sudah semakin rumit, amarah pun memuncak. Okonkwo maju dengan parang haus darahnya. Parang yang digunakan dalam perang-perang terdahulu, parang yang ia gunakan untuk memenggal kepala musuh-musuhnya. Laki-laki itu pun menebas kepala utusan asing dalam dua gerakan.
Setelah kejadian itu,
Okonkwo, lelaki yang membawa saya menjelajahi afrika bunuh diri. Saya tidak tau pasti mengapa ia bunuh diri dengan menggantung di sebuah pohon di belakang obi nya. Apakah ia takut ditangkap? Atau ia ingin tidak menginginkan peperangan terjadi di Umofia? Apakah ia memang ternyata pengecut? takut berperang menghadapi orang asing dengan persenjataan lengkap?
Sungguh saya benar-benar tidak tahu..
(Terima kasih kepada Okonkwo, yang mengenalkan saya pada Afrika. Terima kasih kepada Chinua Achebe yang mengenalkan saya pada Okonkwo. Dan terima kasih kepada istriku yang membawa Things Fall Apartnya Chinua Achebe sebagai oleh-oleh dari Samarinda.)
25 Comments
31 July, 2008 at 9:38 pm
pastinya pengalaman yang mengesankan selama di afrika.
bagi-bagi dong ceritanya.
btw, sastranya bagus.
31 July, 2008 at 10:57 pm
eits, tunggu.
berhubung taliguci jago sastra, bisa jadi ini kiasan.
okonkwo itu tokoh dalam karya chinua achebe yang dibelikan oleh sang istri.
sang tokoh pada akhir cerita commit suicide.
hmm…
taliguci hebat!
31 July, 2008 at 10:59 pm
ya ampun, kenapa saya jadi masuk dari blog si kucingpemalu?
wah, ketauan deh saya dapat akses ke sana.
sori ya, cing.
31 July, 2008 at 11:33 pm
aduh, reckless amat sih saya.
pasti si kucing marah deh sama saya.
padahal niatnya supaya masih bisa baca-baca tulisannya yang waktu pulang lalu belum kelar saya baca semua.
aduuuh… kenapa tadinya gak log out dulu ya?
(maaf ya, pus. maaf banget…)
31 July, 2008 at 11:46 pm
menyenangkan ya…membaca bisa membawa kita melanglang buana. sayangnya saya gak bisa betah baca karya achebe
1 August, 2008 at 12:06 am
wah, mas keren banget tulisannya. dimasukkin ke id.shvoong.com ajah, mas. lumayan bisa dapet duit.
btw, kita ol bareng nih, mas… barusan aku klik namanya eh mas ud kasi komen duluan ke blog ku. hehehe…
1 August, 2008 at 9:16 am
Pasti bagus bukunya yah..?
1 August, 2008 at 9:26 am
waaa…novel Things Fall Apart ya? Pengen dung…Nyari-nyari di gramed lampung ga ada nie….
Salam buat Istri mas ya…
1 August, 2008 at 10:38 am
Wooo…. enak nya bisa travelling ke afrikaaaa…… apalagi bersama istri jugaaa
cerita lanjuttttt
1 August, 2008 at 6:29 pm
nasin yang tragis, mas taliguci. kenapa juga okonkwo mesti bunuh diri? ini menjadi pertanyaan ending pada narasi yang menarik ini. btw, ini semata-mata fiksi atau sebuah catatan perjalanan, mas?
1 August, 2008 at 9:55 pm
beneran itu cerita ya!
penegn ke afrika!
wkwkwkkwk!
2 August, 2008 at 1:45 am
Chinua achebe, lewat bukunya, things fall apart, menggambarkan keadaan dan kehidupan belantara Afrika, suku Ibo, dengan tokoh, salah satunya adalah okonkwo. Ketika istri saya membelikan buku ini, saya tidak mempunyai gambaran sama sekali tentang buku ini. Chinua Achebe pun asing di telinga saya. Membaca halaman-halaman awal, saya mesti mengernyitkan dahi untuk mengeja nama-nama afrika, membolak-balik halaman sebelumnya untuk memahami istilah-istilah suku Ibo. Dan hadiah yang saya dapatkan setelah menamatkan buku ini adalah ending buku ini, dimana okonkwo bunuh diri. Sama sekali tidak ada alasan, tidak ada keterangan yang bisa saya ambil untuk membuat kesimpulan apa yang membuat ia bunuh diri. Chinua mematikan okonkwo secara misterius, dan ini membuat saya penasaran sampai sekarang.
Jadi, saya nggak ke Afrika, dan belum pernah ke Afrika secara fisik
@marshmallow: seratus buat marshmallow, eh, marshmallow, atau kucing pemalu? hehehe
@nita: betul nit, menyenangkan.. dan saya juga suka membaca postinganmu, yang bercerita keadaan dan lingkungan sekitarmu, wuih, serasa di amrik
@caroline: ‘kebetulan’, hehehe.. btw, kemaren pas lagi ol, tiba-tiba lampu mati
@suhadinet: menurut saya sih bagus pak, cuman penilaian ini subyektif sekali
@iis sugianti: semoga chinua-nya segera sampai lampung, mbak
oia, mbak dapat salam balik dari istri saya
@baderiani: nggak sama istri, soalnya, istri saya nggak suka baca
@sawali tuhusetya: buku pak
..nah itu, kenapa okonkwo bunuh diri, saya juga nggak tau..
@trendy: beneran nggak ya..?
2 August, 2008 at 11:08 am
Nanya pak….
Okonkwo ini nama Marga disana ato memang hanya sebuah nama?
2 August, 2008 at 3:45 pm
kayaknya keren ni buku…hunting ahh…
met wiken mas…
2 August, 2008 at 6:56 pm
hahaha… gw pikir beneran nih mas ke afrika… ini buku yah? pastinya susah deh baca buku ini, butuh pemikiran yang keras (budaya beda dan nama tokoh yang asing >,<)
2 August, 2008 at 6:58 pm
Afrika
benua hitam yang indah
3 August, 2008 at 12:33 am
@manik: nama orang mas..
@ivana: boleh di coba.. met wiken juga
@krucial: nggak susah-susah banget, cuma agak lama aja buat nginget nama-nama tokohnya
@achoey sang khilaf: makasih dah mampir mas..
3 August, 2008 at 11:29 pm
ah! akhirnya Okonkwo bunuh diri
tragis yah,mas.
4 August, 2008 at 10:40 am
Tragis gitu yaa…makanya punya isteri tu mbok ya satuuuuu aja dah cukup dah…banyak-banyak, buat apa juga…koleksi koq ya yg aneh-aneh aja….
Lntas…, what the point of interset about him….?
4 August, 2008 at 11:39 am
wah kalo ke afrika lagi ya mbok aku di ajak!
7 August, 2008 at 10:08 am
*nyari-nyari posting baru*
*gak sabar*
*menggedor-gedor monitor komputer biar new entry taliguci keluar*
7 August, 2008 at 3:17 pm
mas… ngabarin ada awards neh buat mas…. ambil di blogku yah ^^ tq….
8 August, 2008 at 4:34 pm
Kayaknya postingan dikau di atas malah bisa jadi satu novel sendiri deh, judulnya apa ya .. “My things fall apart”..?
8 August, 2008 at 6:40 pm
@marshmallow: *tiba-tiba keluar asap.. *
@krucial: wah award apa nih..
*menuju tkp*
@Red Antares: novelnya satu lembar, hehehe
18 December, 2008 at 7:14 pm
SAYA BUNUH DIRI KARENA SEMUA ORANG YANG SAYA CINTAI SUDAH TIDAK MEMPERHATIKAN SAYA LAGI DAN SEMUANYA BERPIHAK KEPADA ORANG-ORANG KULIT PUTIH GILA ITU!