Apa yang bulan katakan kepada bintang saat mendung menutupi?
Bintang, tetaplah bersinar, jangan rusak sinarmu dengan iri
Dan bintang pun tetap berkerlip sepenuh hati
Apa yang dikatakan matahari kepada hujan ketika pelangi datang kembali?
Hujan, tetaplah kau curahkan airmu, jangan pernah kau ragu
Dan hujan pun tetap mengalir merdu, menyapa matahari, mengelus pelangi
Apa yang yang dikatakan malam kepada fajar ketika pagi menanti?
Fajar, tetaplah memancar menjemput pagi, karena aku akan mati
Dan fajar pun menggantikan malam, membelai pagi
tanpa iri bintang berkerlip
tanpa ragu hujan menderu
tanpa pamrih fajar beralih
Dan ingin aku seperti mereka
28 Comments
23 July, 2008 at 2:46 am
dan malam ini aku membaui sajakmu,sobat.
23 July, 2008 at 9:29 am
apa yang dikatakan arang pada api sebelum menjadikannya abu??
salam
23 July, 2008 at 10:57 am
karena hidup memang terlalu berharga.
23 July, 2008 at 5:48 pm
Tanpa dengki aku membaca puisi-puisimu
Kau sungguh berbakat sobat
23 July, 2008 at 5:50 pm
…
dan aku kemalingan lagi!
shit!
huh…
23 July, 2008 at 10:50 pm
berarti manusia bisa belajar dr alam agar tak saling iri. semuanya punya tugas dan fungsi masing2, tak ada yg lebih baik/buruk dr yg lain sebab semuanya saling melengkapi
tapi lagi2 manusia tetaplah manusia. jika tak ada rasa iri tak manusiawi jadinya:)
24 July, 2008 at 3:46 am
mmm….
gimana rahasianya mas, biar perbendaharaan kata-katanya bisa kayak mas?
Saya payah ni dalam membuat sajak…
any idea?
24 July, 2008 at 10:31 am
@langitjiwa: silakan mas, dengan senang hati..
@proletarman: coba saya tanyakan dulu ya mas
@hanny: setuju..
@suhadinet: terimakasih pak
@tambenk: kapan don? waktu kamu tinggal ke lombok?
*buzz aku yo*
@nita: betul banget nit. tanpa iri, itu bukan manusia. tapi manusia punya potensi menahan tingkat ke’iri’annya itu
atau malah menjadikannya sesuatu yang positif
@ivana: rahasianya apa ya?.. mmm, kalau saya, mungkin menyukai dan menikmati. saya rasa, kalau kita menyukai dan menikmati, sesuatu akan keluar mengalir begitu saja
24 July, 2008 at 11:52 am
hihihi pingin seperti hujan yaa…. kalo hujannya terus2 menurus terus banjir… gmna yakk
24 July, 2008 at 12:13 pm
seandaianya semua manusia meresapi semua
tak akan ada iri, dengki, angkara
hanya ketekeunan, kesabaran menjalani fitrah
tunduk pada suatu perputaran
seandainya ….
kusambut uluran tanganmu….
semoga kita bisa menjadi teman
24 July, 2008 at 3:16 pm
wuih… sajaknya indah banget. jadi bergidik.
24 July, 2008 at 6:44 pm
dan apa yang dikatakan marshmallow saat taliguci menulis puisi bagus?
teruskan sobat!
jangan biarkan iri hati marshmallow melemahkan semangatmu.
24 July, 2008 at 9:29 pm
@baderiani: banjir bukan salahnya hujan, tapi karena airnya nggak bisa kembali ke laut
@paragraphdalamhujan: *salaman*
@artja: waduh..
@marshmallow:
25 July, 2008 at 1:28 am
Bahwa sesuatu di dunia ini akan saling mengisi! antara yang satu dengan yang lain!
25 July, 2008 at 8:19 am
sajak ini mengingatkan saya ttg ajaran astabrata dalam dunia pewayangan. sebuah wejangan yang pernah diberikan oleh begawan kesawasidhi kepada arjuna *kalau ndak salah* liriknya bagus dan enjoy dinikmati, mas taliguci. salam kreatif!
25 July, 2008 at 10:08 am
Slamat ya bro, wuih……. luar biasa puisinya.
Terus berkarya yo, tak tunggu episode-episode berikutnya.
25 July, 2008 at 10:16 am
Walah-walah, bagsunya. Aku terkagum-kagum. Selamat bro.
25 July, 2008 at 10:54 am
aku juga
aku juga
aku juga
25 July, 2008 at 11:29 am
Iya, hidup itu mesti tulus, seperti bintang, matahari dan bulan, bersinar tanpa pamrih.
26 July, 2008 at 12:33 am
@masciput: apa jadinya rusa tanpa harimau? apa jadinya harimau tanpa rusa?
saling mengisi dan saling menyeimbangkan..
@sawali tuhusetya: pak, kapan-kapan posting soal wayang ya, tapi pakai bahasa indonesia, saya ndak mudeng kalau bahasa jawa versi wayang
@ganang: insyaallah nang.. keep in touch, ok?
@ewa: terima kasih pak..
@achoey sang khilaf:
@red antares: *berharap.. *
26 July, 2008 at 1:11 pm
maksudnyah?
27 July, 2008 at 6:29 am
seandainya hidup semudah itu… tanpa iri, tanpa ragu, tanpa pamrih.. tapi kenyataannya berbeda… dan manusia hanya bisa berusaha
27 July, 2008 at 5:38 pm
apa yang dikatakan bumi ketika hujan menyapanya?
hujan jangan engkau berhenti hingga banjir melanda negeri ini karena aku sudah muak dengan ulah manusia yang tak henti menebanggi hutan ku. save the eart “god is the creator we are only the maker”
30 July, 2008 at 9:30 am
Nice poem…
31 July, 2008 at 6:19 pm
@fanz:
@jane: yup.. wajib hukumnya
@zacky: makasih dah berkunjung
@1nd1r4: terima kasih
1 August, 2008 at 12:14 am
wuihhh… daleemm banget!
mas pasti suka merenung yah? pilihan kata2nya ruar biasa.
semoga ada penerbit yang mo nerbitin blog mas, yah…
2 August, 2008 at 12:47 am
@caroline: amin..
17 August, 2008 at 10:05 am
Dan aku ingin menjadi Diriku..yang menari diombak dan berlari di atas kakiku…dan aku..adalah manusia yang mencari ke akuanku…..